Sejarah

By Administrator 07 Apr 2014, 13:10:57 WIB

Sejarah Singkat Berdirinya SMU 5 Madiun

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sebelum kita melihat keadaan SMU Negeri 5 Madiun sekarang ini, alangkah baiknya kita menengok ke belakang proses terjadinya atau sejarah asal-muasalnya terlebih dahulu. SMU Negeri 5 Madiun sebelum lahir, gedung sekolah ini adalah milik SPGN ( Sekolah Pendidikan Guru Negeri ) Kota / Kabupaten Madiun, yang pada saat itu nama jalan masih Kolonel Marhadi No. 5, yang sekarang menjadi jalan Mas Trip No. 29 Madiun. Pada tahun 1989, SPG Negeri Madiun akan menjadi PGSD Negeri untuk wilayah Jawa Timur bagian selatan, maka mulai saat itu SPG tidak menerima pendaftaran murid baru lagi, sehingga pada tahun 1990 SPG hanya mempunyai murid kelas II yang naik ke kelas tiga yang berjumlah ± 120 siswa.

Pada tahun itu juga tepatnya 1 Nopember 1990 Kepala SPG yang pada waktu itu dijabat oleh Ibu SITI KOESMINI menjalani masa pensiun.  Maka  pada    7 Nopember 1990 diadakan serah terima jabatan antara Ibu KUSTIJAH, BA selaku PLH Kepala SPG Negeri Madiun.Pada tahun 1991 berita masalah berdirinya / alih fungsi SPG ke PGSD tidak terdengar lagi kelanjutannya sampai anak SPG lulus dan habis tidak ada siswa lagi.

Padahal pada saat itu sudah ada sebagian guru yang sudah ditatar sebagai Dosen di PGSD sebanyak 14 orang. Pada saat itu guru  di  SPG  Negeri  ada 40 orang, maka yang sebagian ada yang mengajukan pindah di sekolah yang ada di kota Madiun antara lain di STM I, SMEA I, SMA 2, SMP 4 dan ada yang belum pindah termasuk Pegawai Tata Usaha.

Dengan adanya ketidakpastian PGSD di Madiun maka Kanwil Depdikbud Propinsi Jawa Timur menyarankan untuk membuka SMA di Kota Madiun. Maka pada tahun ajaran 1991/1992 dibukalah SMA Negeri 5 Madiun. Dengan dibukanya SMA baru, maka guru yang mutasi di sekolah lain kembali lagi ke bekas SPG kumpul dengan teman-teman yang belum pindah beserta karyawan Tata Usaha.

Pada saat itu, SMA 5 belum mempunyai anggaran sendiri sehingga gaji para karyawan nunut pada Kandep Dikbud Kota Madiun, kecuali 14 orang yang telah ditatar menjadi Dosen akhirnya masuk di UPBJJ/UT. Pada saat penerimaan murid baru tahun ajaran 1991/1992  kelas  I  menerima 6 kelas berjumlah ± 248 siswa dan diajar oleh guru tetap 16 orang ditambah guru titipan berjumlah 5 orang, jadi seluruhnya 21 orang. Ini saja belum ada SK dari Menteri, jadi ini baru bersifat anjuran dari Kanwil Depdikbud Prop. Jawa Timur. Baru pada tanggal 5 September 1991 mendapat Surat Keputusan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan No. 0519/0/1991 SMA 5 Negeri Madiun merasa mantab dan sejajar dengan SMA yang ada di Madiun yang pada saat itu Kepala masih dijabat oleh Ibu KUSTIJAH, BA.

Pada tanggal 7 Juli 1992 Ibu KUSTIJAH, BA  menjalani  masa  pensiun, maka   diadakan   serah    terima    jabatan   pada   Kepala  yang   baru,   Bapak   Drs, H. ACHMAD DIMJATI  yang sebelumnya adalah Kepala SMA Dolopo Kab. Madiun. Pada saat serah terima jabatan, SMA 5 baru mempunyai siswa ± 484 anak terdiri dari kelas I dan kelas II dan dengan jumlah guru dan karyawan 36 orang.

Karena dengan pesatnya laju perkembangan pendidikan di Kota Madiun, semenjak dipimpin Bapak Drs. H. ACHMAD DIMJATI, SMA 5 Madiun dapat menambah lokal sehingga tiap tingkatan menjadi 8 kelas, mulai kelas I s.d. kelas III sehingga menjadi 24 kelas. Pada tahun 1999 tepatnya tanggal 30 Maret 1999 diadakan serah terima jabatan dari Bapak Drs. H. ACHMAD DIMJATI karena pensiun kepada Ibu MA.PRAPTININGSIH yang sebelumnya adalah Kepala SMU Negeri 6 Kota Madiun. Pada kepemimpinan Bapak Drs. H. ACHMAD DIMJATI ini adalah masa yang paling lama ± 7 tahun hingga masa pensiunnya.

Pada era Otonomi Daerah yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat, semasa kepemimpinan Ibu M.A. PRAPTININGSIH ini sudah berpusat pada Pemerintah Kota lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun. Waktu telah berjalan ± 2 tahun, Ibu M.A. PRAPTININGSIH oleh Pemerintah Kota Madiun diberi tugas untuk memimpin SMU 4 Madiun yang pada saat kosong.

Pada   tanggal   30   April   2001   diadakan   serah    terima   jabatan   dari   Ibu M.A. PRAPTININGSIH kepada Bapak Drs. SETYONO yang sebelumnya adalah Kepala SMU 6 Madiun. Dalam masa kepemimpinan Bapak Drs. SETYONO inipun tidak lama lebih kurang 1 tahun beliau harus mengisi jabatan Ka Sub Din. Dikmenum di Dinas P dan K Madiun. Maka pada tanggal 11 Juli 2002 diadakan serah terima jabatan dari Bapak Drs. SETYONO kepada Drs. DIMYATI yang sebelumnya adalah Pengajar Senior di SMU Negeri 4 Madiun.